Total lahan tertanam inti yang dimiliki Lonsum mencapai 110.982 hektar yang berlokasi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Jawa. Kelapa sawit merupakan komoditas utama Lonsum dan komoditas lainnya adalah karet, kakao dan teh.
Lonsum mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit, 3 lini produksi karet remah dan 2 lini produksi karet lembaran, 1 pabrik kakao dan 1 pabrik teh.
Perkebunan kelapa sawit Lonsum berada di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. Total lahan perkebunan kelapa sawit inti mencapai 90.798 hektar.
Lonsum mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 2,7 juta ton per tahun.
Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) telah dimulai sejak tahun 2013 seiring dengan diraihnya sertifikasi pertama untuk minyak sawit lestari di Sumatera Utara.
Sumatra Bioscience (SumBio) atau Bah Lias Research Station (BLRS), pusat penelitian dan pengembangan (litbang) internal Lonsum di Sumatera Utara, yang dikenal dengan benih bibit kelapa sawit unggul.
Lahan perkebunan karet inti Lonsum seluas 16.203 hektar berada di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan.
Lonsum mengoperasikan 3 lini produksi karet remah dengan kapasitas sekitar 26.000 ton per tahun, serta 2 lini produksi karet lembaran berkapasitas sekitar 7.000 ton per tahun.
Lonsum mengelola komoditas lain seluas 3.981 hektar yang sebagian besar adalah perkebunan kakao dan teh. Perkebunan kakao seluas 2.821 hektar terletak di Sulawesi Utara dan Jawa Timur, sedangkan perkebunan teh seluas 866 hektar berada di Jawa Barat. Lonsum mengoperasikan 1 pabrik kakao dan 1 pabrik teh. Produk teh Lonsum dengan merek Kahuripan dan Lonsum 1908 menawarkan beragam pilihan produk teh ke pasar dalam rangka memberikan pengalaman yang berbeda kepada konsumen dalam menikmati produk teh berkualitas.